Rupa-rupa

ASTAGA Tour de KAMPUS IPB 2022

ASTAGA Tour de KAMPUS IPB
Oleh Tika Noorjaya dan Winiati P. Rahayu

Setelah lama direncanakan, ASTAGA Tour de Kampus IPB akhirnya terlaksana pada Selasa, 11 Januari 2022. Awalnya penuh keraguan, karena kekuatiran isyu Covid Omicron. Namun hasil koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Crisis Center IPB, membulatkan tekad Panitia untuk tetap melanjutkan rencana dengan menjaga Protokol Kesehatan. Maka, 30 orang Astagian (mahasiswa IPB Angkatan 13) berangkat dengan dua buah bus kampus (50% kapasitas kursi) plus beberapa mobil pendamping.

Selain bernostalgia ke masa 46 tahun yang lalu, kunjungan ini juga menjadi momen untuk mengetahui informasi terbaru terkait kondisi dan perkembangan kampus, khususnya di Kampus Darmaga. Meskipun demikian, tentu saja tour diawali dari kampus kenangan, Kampus Baranangsiang, sekaligus sarapan dan penjelasan awal rute perjalanan.

Selesai acara awal, bus bergerak menuju Science & Technopark (STP). Disambut oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Bisnis, Prof. Dr. Erika B. Laconi, MS. rombongan diperlihatkan beragam aktivitas yang ada di Science Technopark (STP) IPB University di Kampus Taman Kencana, Bogor.
Kami mendapat penjelasan komprehensif tentang produk dan hasil karya dari para peneliti, yang kemudian ditingkatkan dengan proses inkubator bisnis, dikerjasamakan dengan swasta, yang pada gilirannya menghasilkan pendapatan, baik bagi lembaga maupun royalties bagi para peneliti. Inilah holding company untuk produk-produk research based business.

Bangunan Kampus Taman Kencana yang dulu suram dan terkenal seram, kini tampil sebagai bangunan megah dengan segudang prestasinya. Beberapa bagian bahkan masih dalam proses pembangunan.
Menjelang pulang, kami dibekali goodybag besar berisi berbagai produk STP, termasuk buku terbitan IPB Press.
Lalu kami mengelilingi Kampus Cilibende, yang kini jadi Sekolah Vokasi (SV-IPB). Juga melewati Kampus Gunung Gede, yang kini jadi Sekolah Bisnis (SB-IPB); dan kini sedang direnovasi, namun tetap dijaga sebagai bangunan heritage.

Setelah itu, kami menuju Kampus Darmaga. Kunjungan diawali ke Taman/Talaga Inspirasi, yang insya Allah, akan dijadikan monumen Astaga IPB13, melengkapi Taman Inovasi dan Taman Integritas yang telah dibangun Angkatan 14 dan Angkatan 15.

Puas di Taman Inspirasi, kami menuju Gedung Rektorat, dengan nama besar Gedung Andi Hakim Nasoetion. Kami disambut oleh dua orang Wakil Rektor, yaitu Dr. Ir. Dradjat Martianto, MSc. (WR 1) dan Prof. Dr. Agus Purwito. MSc. Agr (WR 2). Kami mendapat penjelasan tentang berbagai kemajuan kampus kekinian. Bukan hanya prasarana dan sarana kuliah/praktikum, tapi juga berbagai pendukungnya seperti perumahan dosen dan karyawan, asrama mahasiswa/i, perpustakaan, sarana ibadah, sarana olah raga, dll. Oh ya ada juga ruangan pusat kegiatan mahasiswa yang amat sangat nyaman. Dibanding Pusat Kegiatan Mahasiswa di Baranangsiang, … kami merasa terlahir terlalu cepat, he he he.

Setelah dari Gedung Rektorat, kami menyempatkan diri Sholat berjamaah di Mesjid Al-Hurriyah yang cukup lapang dan nyaman, lalu melewati dan mengunjugi beberapa fakultas, serta twin building duplikasi Kampus IPB Baranangsiang, sebagai inter-lock ingatan ke masa lalu.

Dari situ kami menuju Modern Closed House di Fakultas Peternakan dan Equestrian Park di Fakultas Kedokteran Hewan, yang disambut oleh Pak Dekan Dr. Ir. Idat Galih Permana, MSc. Agr. Karena hujan mulai turun, kami cuma singgah sebentar untuk melihat penangkaran DOC (Day-Old-Chick) dan sempat juga bercanda dengan kuda di Equestrian Park. Di depan Equestrian Park, kami disambut Dekan FKH yaitu Prof. Dr. drh. Deni Noviana.

Rombongan juga sempat mengunjungi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Dekan FPIK, Dr. Ir. Fredinan Yulianda, MSc memberikan penjelasan tentang kemajuan IPB di bidang perikanan dan kelautan yang juga ternyata sudah banyak yang dilakukan, sedikitnya ada 64 inovasi teknologi yang telah dihasilkan. Tak lupa, kami juga mengunjungi kolam-kolam percobaan, yang rupanya hasil panenannya dijual ke pasaran juga.

Selanjutnya kami menuju Taman Semangat, Sadifa Farm dan berakhir di Agribusiness and Technology Park (ATP). Di sini, sekali lagi, kami diberi penjelasan lanjutan tentang IPB Kekinian. Inilah wujud dari pemanfaatan lahan terlantar milik IPB. Sebelumnya disediakan makan siang, dengan iringan organ tunggal.

Menjelang pulang, lagi-lagi kami dibekali goodybag besar berisi sayuran dan buah-buahan produk dari green house dan lahan di sana, yang rupanya juga dimitrakan dengan para petani di sekitarnya. Ada kebun jambu kristal, green house budidaya golden melon, berbagai jenis sayuran hidroponik, kolam lele, dan sebagainya. Puluhan mall dan hotel di sekitar Jabodetabek rupanya menjadi tempat pemasarannya, bahkan sering juga mengirim ke Bali.

Dalam perjalanan pulang, kami mampir di Botani Bakery dan Botani Mart untuk membeli oleh-oleh tambahan antara lain roti, makanan, minuman,tanaman buah, bunga, pupuk, obat-obatan, dll.
=====


Prof. Dr. Tridoyo Kusumastanto, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University yang juga Ketua Rombonga ASTAGA Tour de Kampus IPB menerangkan, bahwa kunjungan ini menjadi ajang sosialisasi inovasi kepada para alumni, karena society yang paling dekat adalah alumni. Selain itu, kegiatan ini dilakukan dalam rangka melaksanakan tahun keempat Rencana Strategis (Renstra) IPB University yaitu Enriched and Empowered Society.

“Kita ingin memajukan kampus dengan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga kemajuan yang telah dicapai maupun inovasi yang dihasilkan IPB University dapat dirasakan manfaatnya dan dapat menjadi pengungkit bagi perkembangan ekonomi masyarakat. Karena itu, alumni memiliki peran penting dalam upaya IPB University hadir di masyarakat. Alumni menjadi jembatan ilmu pengetahuan yang lahir di kampus kepada masyarakat. Tentu diharapakan para alumi mampu mendiseminasikan pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, juga inovasi IPB University, sesuai dengan tagline “Inspiring Innovation with Integrity”.

Lewat sinergitas dengan para alumni, Prof Tridoyo berharap dapat menjadi langkah memajukan masyarakat, lewat pemanfaatan teknologi dari IPB University. Dengan demikian, IPB University bisa memberikan manfaat bagi umat dan kemajuan bangsa dan negara.


Di sisi lain, Prof. Dr. Asep Saefuddin (Ketua ASTAGA) menyatakan bahwa IPB University saat ini kian cepat dalam proses adopsi teknologi dan inovasi. Sebagai tokoh inisiator lahirnya Agribusiness Development Station (ADS) yang kini menjadi Agribusiness and Technology Park (ATP), Prof Asep mengapresiasi kemajuan yang dilakukan IPB University. “Terima kasih untuk seluruh pimpinan IPB University yang telah menjaga ide dan inovasi ini menjadi satu bisnis yang berkelanjutan. Saya harap inovasi yang ada terus dikembangkan sesuai kebutuhan zaman,” ujar Guru Besar IPB University ini, yang juga Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI).

Begitulah, perjalanan nostalgia seharian, yang mengesankan dan membanggakan melihat kemajuan IPB Kekinian. Jayalah IPB Kita.

Share this post

1 comment

  1. Cak Rachman, karena foto-foto sudah dikompilasi jadi video, maka tulisan “foto di …” didelete saja.

    Insya Allah ke depan saya akan share beberapa tulisan, foto dan video saya. Semoga bisa mengundang mentemen untuk memakmurkan website kita dengan tulisan, foto, video, dll.

    Pada 22 Mei 2022, saya sudah meminta agar website ini ditayangkan pada waktu HBH, mungkin 5-10 menit. Berharap mendapat respon dari para Astagian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *